Hujan deras bertensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) pagi pukul 09.00 WIB hingga sore hari meluapkan aliran Sungai Banda Luruih. Luapan air tersebut merendam pemukiman warga di Kampung Tarusan, Jl. Tabek Batu RT 03 / RW 03, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Merespons kondisi tersebut, TRC KPA BIAS (Kelompok Pecinta Alam Bina Isi Alam Semesta) Bersama Tim I-DERU (Indonesian Disaster Emergency Response Unit) bergerak cepat menurunkan personel dan peralatan utama untuk menyisir lokasi dan membantu evakuasi warga terdampak sejak pukul 18.00 WIB hingga 22.30 WIB.
Kondisi Lapangan dan Evakuasi
Genangan air sempat memutus akses jalan utama permukiman dengan perkiraan kedalaman air mencapai 1 hingga 2 meter. Sebanyak kurang lebih 40 unit rumah warga terdampak akibat luapan sungai tersebut.
Aksi evakuasi dilakukan di tengah kondisi cuaca gerimis dan pemadaman aliran listrik (blackout). Menggunakan perahu karet, helm keselamatan, pelampung (life jacket), serta penerangan darurat, tim menyusuri kawasan pemukiman gelap yang terendam air—salah satunya di sekitar area penunjuk jalan Masjid Nurul Yaqin—guna memastikan keselamatan warga yang terjebak.
Sinergi Kolaborasi
Aksi kemanusiaan ini berjalan lancar berkat kolaborasi erat lintas organisasi potensi SAR dan masyarakat setempat, di antaranya: KPA BIAS (6 Personil), I-DERU (4 Personel), GRIB Jaya (4 Personel), Rumah Zakat (7 Personel)
TRC Semen Padang (2 Personel) serta Masyarakat Lokal
Kondisi Terkini
Hingga Senin malam pukul 22.30 WIB, setelah dilakukan penyisiran serta evaluasi rencana operasi (RenOps), dipastikan tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa ini. Debit air di lokasi dilaporkan telah bertahap surut dan kondisi pemukiman warga berangsur kondusif.







