Perkuat Kapasitas Pegiat Muda, Kemah Bakti Diklat Pemuda Kader Pecinta Alam II Se-Sumbar Bekali Peserta 5 Materi Krusial. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar resmi menggelar Kemah Bakti Diklat Pemuda Kader Pecinta Alam II se-Sumatera Barat. Kegiatan bertema peningkatan kapasitas generasi muda ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 Juli 2026, bertempat di Lumin Camp, Koto Tangah, Kota Padang.
Kemah Bakti Diklat Pemuda Kader Pecinta Alam II Se-Sumatera Barat kali ini diikuti oleh perwakilan dari 70 kelompok pecinta alam se-Sumatera Barat, Diantaranya Siswa Pecinta Alam (Sispala), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Kelompok Pecinta Alam (KPA), hingga Satuan Pramuka dan lain-lainnya. Program strategis ini terwujud berkat kolaborasi Dispora Sumbar dengan KPA Bias Padang serta didukung penuh melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. make-up acara ini dirancang sebagai langkah nyata merespon tingginya kerentanan bencana ekologis di Sumatera Barat, sekaligus melatih kedisiplinan dan keterampilan lapangan bagi para pemuda.
Sumatera Barat memiliki bentang alam yang indah sekaligus potensi bencana yang tinggi. Melalui diklat yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 ini, kita membekali para kader muda agar tidak sekadar menjadi penikmat alam, melainkan hadir sebagai garda terdepan dalam aksi penanganan darurat dan pelestarian lingkungan," ujar Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur, saat pembukaan acara.
Pembekalan Materi Utama Selama tiga hari pelaksanaan di Lumin Camp, para peserta digembleng secara intensif melalui kombinasi teori, diskusi interaktif, serta simulasi praktik lapangan. Lima materi inti yang diberikan meliputi:
1. SAR ESAR
Pembekalan teknik pencarian dan pertolongan dalam operasi darat/hutan rimba. Peserta mempelajari prosedur standar pencarian korban hilang, pemahaman pola pencarian (sweep search), manajemen posko, hingga koordinasi tim SAR secara terstruktur.
2. Navigasi Darat
Pelatihan membaca peta topografi, penggunaan kompas orientering, analisis kontur, serta teknik resection dan intersection. Keterampilan ini menjadi fondasi utama agar peserta mampu menentukan posisi akurat di medan ekstrem tanpa ketergantungan pada sinyal digital.
3. First Aid Responder (Pertolongan Pertama)
Simulasi penanganan gawat darurat medis di alam terbuka (wilderness first aid). Materi mencakup penanganan awal pada patah tulang, hipotermia, pendarahan, gigitan hewan berbisa, serta teknik evakuasi mandiri (self-rescue) sebelum bantuan medis tiba.
4. Manajemen Perjalanan
Tata cara perencanaan ekspedisi secara sistematis, mulai dari kalkulasi logistik dan perbekalan, analisis risiko (risk assessment), penyusunan Rencana Operasi Perjalanan (ROP), hingga manajemen kepemimpinan kelompok selama di lapangan.
5. Peran Pecinta Alam dalam Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan
Edukasi dan aksi nyata mengenai mitigasi bencana ekologis, konservasi kawasan, serta penguatan peran strategis kelompok pecinta alam sebagai jejaring relawan kebencanaan daerah (BPBD/Basarnas) saat terjadi bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, maupun erupsi.
Mencetak Kader Berkarakter dan Tanggap Ketua KPA Bias Padang, Khalid Saifullah, menegaskan bahwa integrasi kelima materi tersebut bertujuan untuk mencetak kader pecinta alam yang tidak hanya cakap secara fisik dan teknis, tetapi juga memiliki etika serta kepedulian sosial yang tinggi. Dengan selesainya kegiatan pada 19 Juli 2026, seluruh peserta diharapkan membawa pulang kualifikasi dan standar keselamatan baru untuk diterapkan di organisasi masing-masing serta siap diterjunkan sebagai relawan kemanusiaan di tengah masyarakat Sumatera Barat.










